Khodam Jin dan Khodam Malaikat dalam Islam

Mustami’in sering kali mendengar dalam urusan dunia spiritual, terlebih dalam masalah makhluk Allah yang menyertai diri kita disebut khaddam, karena hal ini sangatlah menarik hati kami, maka itu kami ingin menyampaikan sebuah permasalahan. Dengan harapan, bisa menambah pengetahuan. Seseorang yang bertanya bahwa dia pernah mendapat bisikan gaib setelah mengamalkan sekian lama doa Nurbuwat, Dalaa il ataupun wirid yang kita baca secara berkelanjutan. Namun secara kelakuan mencerminkan dia tidak senang akan amalan yang menjadikan dekat kepada Allah SWT. jelas bahwa yang memberi bisikan adalah jin, bukan malaikat, karena malaikat sudah mendapat tugas sendiri dari Allah (Swt).

Dari sini muncul pertanyaan mengapa Allah mengutus jin dalam membantu manusia lebih rajin dan banyak membaca doa? Padahal dalam kasus yang sama kami menegaskan dan perlu digaris bawahi, seburuk-buruknya manusia masih lebih baik daripada jin yang sangat, amat terbaik. Lalu ini bagaimana, sepertinya berseberangan?

Menyimak pengalaman si orang yang bertanya di atas, ada rasa khawatir di benak kami manakala akan mengamalkan wirid-wirid, jangan-jangan nanti kami didatangi jin. Bagaimanakah solusinya? Ataukah untuk mendekati Allah meniru metode, yaitu setiap ada kesempatan membaca wirid Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illaAllah hu WaAllahu akbar dan La hawla wala quwwatala billah sampai 33 kali? Shalat Tahajud tiap malam? Bukankah katanya, “Kalau berlama-lama wirid, nanti yang datang jin muslim”?

Bahwa, kalau tidak kuat wirid, bisa gila. Apa tidak bertentangan dengan firman Allah surah Al-Ahzab ayat 41 yang intinya justru kita diperintahkan banyak berzikir, “Ya ayyuhalladzina aamanudzkurullaha dzikron katsiron‘?

JAWABAN :

Pertama yang patut Anda ketahui adalah, setiap ayat Allah diberikan satu kelebihan oleh-Nya, yaitu adanya penjaga yang disebut khaddam al-ayat. Khaddam al-ayat terdiri dari para malaikat. Untuk membantu malaikat, diutuslah wakalah (wakil), yang diambil dari kalangan jin yang terpilih. Dalam hal ini, kita harus yakin, mana mungkin Allah memerintah jin biasa, padahal JIN sama Halnya dengan manusia yang sama-sama mendapat Tita dari seorang Rosul untuk menyembah kepada Allah. seperti yang tersebut dalam pertanyaan Anda. Allah SWT Maha Tahu, mana yang bisa dititipi, mana yang diamanati.

Khaddam jin pun juga banyak yang menjadi waliyullah sebagaimana halnya manusia. Coba kita lihat salah satu ayat,

“Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk bersujud dan beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat 56).

Mengapa diatas tadi disebut bahwa baik-baik jin itu lebih buruk dari manusia? Jelas, sebab jin mennpunyai alam yang berbeda. Ia tidak terpengaruh gravitasi (daya tarik) bumi. Sedangkan manusia hidup di bumi, manusia terpengaruh daya tarik bumi (gravitasi) yang sangat kuat. Alam jin yang sebenarnya itu ada di lepas atmosfer. Setelah itu ada udara hampa. Itulah yang membatasi jin dan manusia. Mereka sendirilah yang mau bermigrasi atau pindah ke bumi. Tapi, sekali lagi, kehidupan mereka tidak terpengaruh daya tarik bumi. Alam mereka begitu kuat mempengaruhi. Magnetnya juga kuat sekali.

Satu contoh, pengaruh magnet atas pergerakan jin terhadap manusia. Satu meter jarak manusia dengan jin, akan berakibat terpentalnya manusia jika makhluk jin itu bergerak. Orang akan terjatuh mendadak karena gerakan lari jin meskipun telah satu jam berlalu. Hal tersebut karena daya tarik dan magnetnya yang kuat sekali. Karena itu disebut sehalus-halusnya jin itu sekasar-kasarnya manusia.

Lalu, banyak juga tokoh jin. Dari kalangan jin juga banyak yang belajar kepada ulama-ulama dari kalangan manusia. Turunnya surah Jin dalam Al-Qur’an mengisyaratkan hal itu. Coba kita pelajari, karena itu juga ada asal-usulnya, sama seperti ketika Islam masih di berada tangan Rasulullah SAW.

Yang kedua, Anda juga patut tahu, tidak semua awrad (wirid-wirid) itu mengandung khadam. Penjagaan malaikat memang diperuntukkan pada semua ayat. Ada malaikat yang menjaga bagian seluruh ayat, tapi ada juga yang menjaga bagian yang terkait dengan ilmu hikmah atau kandungan yang ada di dalam ayat itu. Hal satu ini tidak bisa dilihat dari kacamata maknawi semata. dan diliat dari sudut ‘ubudiyah orangnya apa semakin meningkat. serta keinginannya dalam berwirid untuk apa? apa terkandung niatan yang tidak diperuntukkan kepada Allah?  sebab Allah memberikan Qorin pada setiap Manusia. ada Qorin dari golongan Malaikat dan Jin Jahat. Apabila kita di dominasi oleh Qorin Malaikat jelaslah itu merupakan pembantu dalam diri kita. selagi kita di dominasi oleh Qorin jin Jahat, maka itulah musuh dalam selimut. tiada obat yang paling mujarab kecuali minta tolong Hanya Kepada ALLAH SWT jua.

Tapi, jangan sampai semua keterangan yang saya berikan itu, membuat Anda takut berdoa dan berzikir karena takut didatangi jin. Sebab masalah itu ada bagian dan tempatnya masing-masing.

Kalau Anda berpegang teguh pada ketakutan itu, justru kita di beri was-was oleh Syetan. lalu pertanyaannya, bagaimana orang yang selalu membaca Al-Qur’an? Apakah orang-orang yang hafidz Al-Qur’an (penghafal Al-Qur’an) itu akan memiliki banyak jin? Yang jelas, tidak sesederhana itu.

5 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *