Ibadah Umroh | Pengertian, Hukum, Syarat, Rukun dan Proses Ibadah umroh

Sebelum menjalani perjalanan ibadah umroh tentu Anda harus mengetahui terlebih dahulu secara mendalam. Apa itu yang dimaksud dengan umroh, hukumnya, persyaratan rukun dan wajibkah umroh. Dalam hal ini kami menyampaikan karena mengingat beberapa jamaah masih banyak yang begitu belum memahami dan mengetahui secara mendalam apa itu pengertian umroh. Syarat umroh dan rukunnya.

Mekah Masjidil Haram

Hukum Ibadah Umroh

Hukum dari ibadah umroh menurut yang telah disampaikan oleh Allah pada Al Qur’an dan Hadits ialah;

  • Pada Al Qur’an surah Al-Baqarah ayat 196:

“Sempurnakanlah ibadah Haji dan Umroh Karena Allah”

  • Menurut Hadis Nabi Muhammad SAW

Ialah ibadah umroh dari satu umroh ke ibadah umroh yang berikutnya adalah sebagai penghapus dosa

Pengertian dari Umroh

Merupakan perjalanan mengunjungi Ka’bah untuk menjalani serangkaian ibadah (Thawaf & Sa’i Tahallul) dengan persyaratan dan ketentuan yang dimana telah disampaikan di Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasulullah SAW.

Hukum Melaksanakan Ibadah Umroh

Dalam melaksanakan perjalanan ibadah umroh yaitu Sunnah untuk setiap umat muslim yang mampu melaksanakannya, baik dalam secara materi dan juga non-materi. Ibadah umroh dapat di laksanakan kapan saja kecuali pada hari Arafah yaitu pada tanggal 10 Zulhijjah juga di hari tasrik tanggal 11, 12 & 13 Zulhijjah

Sebagai dari para ulama berpendapat dalam melaksanakan ibadah umroh hukumnya adalah wajib atau fardu bagi orang muslim yang belum pernah melaksanakannya, sementara dia mampu untuk melakukan ibadah umroh. Namun demikian ada juga dari para ulama mengatakan ibadah umroh bahwa hukumnya Sunnah mu’akkad (sunnah yang sifatnya sangat dianjurkan untuk dikerjakan).

Dari sebuah hadis di riwayatkan oleh Imam Muslim mengatakan yakni dalam melaksanakan ibadah umroh pada bulan Ramadhan nilainya sama seperti menjalani ibadah haji.

Persyaratan, Rukun dan Wajib Umroh

–          Diperuntukkan bagi umat Islam

–          Sudah Baligh

–          Berakal Sehat

–          Merdeka atau Bukan Budak

–          Mampu untuk melaksanakan perjalanan ibadah umroh

Rukun Ibadah Umroh

  1.    Niat ihram dari Miqat
  2.    Tawaf (mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali)
  3.    Sa’i (berjalan kaki atau berlari-lari keci dari bukit Safa ke bukit Marwah dan sebaliknya, sebanyak 7 kali dan berakhir di bukit Marwah)
  4.    Tahallul atau menggunting rambut sebanyak 3 helai rambut
  5.    Tertib tidak membuat kegaduhan

Sedangkan Wajib Umroh

  1.    Melakukan niat ihram umroh dan miqat
  2.    Meninggalkan larangan selama melakukan ihram

Langkah atau Urutan Dalam Melakukan Kegiatan Umroh

  • Berangkat menuju Miqat
  • Mandi dan kemudian menggunakan pakaian ihram di Miqat atau juga boleh di lakukan di tempat penginapan sebelum pergi menuju Miqat
  • Menggunakan pakaian ihram dan melaksankan sholat sunnah ihram 2 raka’at, sangat dianjurkan dalam sholat sunnah ihram, setelah membaca surah al-fatihah lalu membaca surah al-kafirun pada raka’at pertama selanjutnya membaca surah al-ikhlas pada raka’at ke-2
  • Melafadzkan niat ibadah umroh nawaitul ‘Umrota wa ahromtu bihaa lillahi ta’ala’ atau minimal dengan membaca ‘Labbaikallahu umrotan
  • Selanjutnya seluruh para jamaah diajak menuju Makkah oleh ustad pembimbing dengan melalui perjalanan kurang lebih sejauh 450km dengan menggunakan pakaian ihram dan sambil melantunkan bacaan talbiyah sebanyak-banyaknya selama perjalanan sampai masuk ke Kota Makkah
  • Sesampainya kembali di tempat penginapan peserta umroh menata barang bawaan dan jamaah tetap harus mengenakan pakaian ihram
  • Setelah itu menuju Masjidil Haram yang tetap mengenakan pakaian ihram dan diusahakan saat memasuki Masjidil Haram melalui pintu Baabussalam. Dengan melihat Ka’bah dan melintas makam Nabi Ibrahim AS sambil berdoa dan kemudian menuju rukun Hajar Aswad
  • Melakukan thawaf atau mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali
  • Setelah selesai melakukan sa’i yang berakhir dibukit Marwah, lalu melakukan Tahallul yaitu memotong rambut minimal tiga helai rambut
  • Maka selesai lah kegiatan atau langkah-langkah ibadah umroh, jamaah dihalalkan atau dibebaskan dari peraturan larangan selama melaksanakan ihram, maka dibolehkan melepas pakaian ihram dan kembali mengenakan pakaian seperti biasanya

Larangan Selama Melaksankan Ihram Umroh

  • Tidak diperbolehkan dalam mencabut dan memotong rambut, menggaruk sampai kulit terkelupas dan memotong kuku
  • Tidak boleh menggunakan wangi-wangian atau parfum
  • Tidak boleh bertengkar
  • Tidak boleh melakukan hubungan suami istri
  • Tidak boleh bermesraan
  • Tidak boleh berkata kotor, perkataan yang tidak baik, bicara jorok
  • Tidak boleh menikah atau menikahkan
  • Tidak boleh berburu binatang atau membantu berburu
  • Tidak boleh membunuh binatang, kecuali yang mengancam diri Anda
  • Tidak boleh memotong atau mencabut tumbuhan dan segala hal yang mengganggu kehidupan makhluk didunia ini
  • Tidak diperbolehkan berhias atau berdandan
  • Bahagi para pria tidak boleh memakai penutup kepala, pakaian yang berjahit dan memakai alas kaki yang menutup mata kaki
  • Untuk para wanita tidak boleh menggunakan penutup wajah dan mengenakan sarung tangan yang dapat menutupi telapak tangan.

Mudah-mudahan pada tulisan ini dalam pengertian umroh dan juga langkahnya dapat di perhatikan bagi semua jamaah pelaksana umroh maupun bagi umat muslim lainnya yang ingin melaksanakan ibadah umroh. Daftarlah ke biro travel umroh terbaik secara online atau sekitar tempat Anda tinggal yang dapat membantu dan membimbing Anda untuk menjadi para tamu Allah, dan jangan malu bertanya kepada ustad pembimbing untuk hal apapun dalam mendapatkan panduan juga agar Insya Allah menjadi umroh yang mabrur saat kembali ke tanah air, Amin.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *